Conscience of A Cop

Gagal di maki, Berhasil tak dipuji

BELAJAR SEJENAK PENCEGAHAN KEJAHATAN DARI DAN DI KOREA

Posted by uways pada November 16, 2009

KOREA SEBUAH NEGERI MEMPERHATIKAN LINGKUNGAN.

Kesan pertama setelah tiba di Seoul dan seterusnya tampak kasat oleh mata bahwa Korea sebagai negeri yang sangat memperhatikan lingkungan alam. Perumahan atau tempat tinggal diatur dengan system apartment atau system rumah susun. Sangat jarang kita bisa melihat rumah-rumah berdiri sendiri, kecuali di pinggir-pinggir kota dan dipedesaan. Pertokoan dan perkantoran dibangun dengan sangat memperhatikan keberimbangan tersedianya ruang publik seperti taman, hutan-hutan kota dan fasilitas umum seperti tempat jogging dan pasilitas olah raga seperti untuk fitness tanpa ada kekhawatiran akan dirusak atau diambil oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sesuatu yang sangat memukau misalnya sungai yang berada ditengah kesibukan pertokoan dan perbelanjaan Neong Daemoon terlihat dasar dari pada sungai tersebut, karena begitu jernihnya air yang mengalir.
Masyarakat bisa duduk-duduk di tepi sungai dengan menikmati keindahan air mengalir dan air mancur yang sengaja dibuat. Dalam perjalanan baik di dalam kota Seoul maupun keluar kota misalnya ke Busan, hampir sepanjang perjalanan kita melihat begitu hijaunya hutan-hutan yang ada dengan didominasi oleh jenis kayu cemara disamping jenis kayu yang lain yang tampak sebagian sudah menguning dan memerah dimusim gugur ini. Hampir semua kita peserta berkomentar, “kok bisa ya Korea seperti ini, padahal mereka tahun 60-an tidak jauh dengan kita yang masih kumuh”. Beberapa teman yang pernah sekolah serta penugasan ke Eropa, Cina, AS berkomentar Korea merupakan negeri yang patut untuk dipelajari dan mengagumkan jika melihat perkembangan diberbagai bidang dan apalagi saat ini sudah membantu negara-negara berkembang lainnya melalui Korean International Cooperation Agency (KOICA). Eropa dan AS memang maju tetapi tidak begitu aneh dengan kemajuan itu karena memang mereka negeri yang sudah lama berkembang.
Belum lagi jika kita melihat, penataan tranportasi subway atau kereta api dibawah tanah dan pembangunan jalan yang begitu banyak serta lebar-lebar dengan tetap memperhatikan kepentingan pejalan kaki dan sepeda. Dibeberapa pusat kota Seoul memang pada waktu tertentu ada kemacetan, tetapi kemacetan tersebut tidaklah seperti di kota kita yang kita cintai seperti Jakarta, Bandung atau Surabaya. Kemacetan yang terjadi semata dikarenakan kesibukan waktu-waktu tertentu seperti waktu pulang kerja atau masuk kerja diperkantoran-perkantoran dan itupun relatif tidak lama. Sungguh kita kagum dengan negeri yang memperhatikan lingkungan.
Menurut penuturan beberapa dosen pada saat kuliah, negeri Korea Selatan ini bisa demikian tidak terlepas dari kontribusi kepemimpinan Presiden Park Chung Hee yang memerintah dari tahun 1961-1979. Presiden Park Chung Hee ini meninggal dikarenakan dibunuh oleh teman lamanya sendiri Kim Jae Kyu sebagai Kepala KCIA atau pasukan pengamanan Kepresidenan pada tanggal 26 Oktober 1979 setelah beberapa kali lolos dari percobaan pembunuhan seperti pada tangaal 15 Agustus 1974 yang menewaskan istrinya Yuk Yeung-su. Menurut para dosen kepemimpinan beliau dilakukan dengan cara yang keras untuk membawa Korea menjadi Negara industri yang mengekport dengan sangat memperhatikan environmental atau lingkungan. Hasil dari kepemimpinan tersebut dapat dilihat saat ini dimana Korea menjadi negeri industri yang diekport dengan tetap memperhatikan lingkungan.
Park Chung-hee (Presiden ke 5 Korea Selatan 1961-1979)

MATERI PEMBELAJARAN.

Belajar sejenak di Korea ini dilakukan setidaknya selama 23 hari dari tanggal 5 Oktober s/d 27 Oktober 2009 yang dilakukan di Kepolisian Korea tepatnya di Korean National Police Agency (KNPA) dan dibeberapa organisasi kepolisian dibawahnya khususnya Korean National Police University (KNPU) sejenis Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) jika di Indonesia. Materi yang dipelajari memang secara khusus tentang crime prevention dan cybercrime investigation. Sebagai tambahan juga tentang organisasi kepolisian di Korea dan sidikit tentang sosial budaya Korea. Metode pembelajaran dengan mendengarkan kuliah di kelas dan diskusi serta melakukan kunjungan-kunjungan dan sedikit praktek kegiatan kepolisian di Korea seperti patroli menggunakan mobil patroli yang dilengkapi dengan komputer dan alat komunikasi, patroli jalan kaki dan mencoba mengungkapkan kembali data-data dari sebuah barang bukti digital evident dengan menggunakan salah satu program Encase Program.
Belajar juga dilakukan dengan kunjungan pada beberapa industri strategis seperti Hyundai Motor Industry (pabrik mobil terbesar), Hyundai Heavy Industry (pabrik pembuatan kapal) dan Samsung. Disamping itu dengan metode city tour melihat tempat-tempat bersejarah dan peninggalan leluhur orang Korea.

SELINTAS ORGANISASI KEPOLISIAN KOREA (KNPA).

Luas Korea Utara dan Selatan : 223.098 Km2, Korea Selatan 100.023 Km2. Panjang demilitarized zone dengan Korea Utara adalah 238 Km, memiliki 4 musim dan secara umum suhu antara -3 derajad s/d 25 derajad celcius, jumlah penduduk Korea Selatan 48,5 Juta jiwa dan terdiri dari 16 provinsi dan 7 diantaranya dikategorikan Metropolitan, sedangkan 9 provinsi biasa.
Ekonomi pada tahun 1960-an dikategorikan negara miskin akibat perang saudara antara Utara dan Selatan. Pada tahun 1960 s/d 1980-an perkembangan ekonomi sangat pesat, dimana GNI pada tahun 1962 US $ 2,3 Milyard dan pada tahun 2005 sebesar US $ 786,8 Milyard. GDP US $ 929 Milyard dan GNI per kapita US $ 21.530,00.
Tugas pokok kepolisian Korea sesuai dengan undang-undang Kepolisian tahun 1991 pasal 3 adalah : melindungi hak hidup dan harta benda dari masyarakat, mencegah dan menekan serta menyelidiki kejahatan, melaksanakan tugas intelijen, menegakkan peraturan lalu lintas dan memelihara hukum dan ketertiban.
Seragam Polisi ada dua jenis, yaitu uniform formal untuk upacara dan seragam harian lengan pendek untuk musim panas dan lengan panjang dimusim gugur dan dingin.
System kepangkatan dari bawah ke atas adalah : Auxiliary police, policeman, senior policeman, assistent inspectur, inspectur, senior inspectur, superin-tendent, senior superintendent, superintendent general, senior superintendent general, chief superintendent general dan comisioner general. Untuk promosi naik pangkat disamping sudah masanya antara 2 s/d 3 tahun haruslah lulus test, ada juga yang naik pangkat karena hadiah berhasil menangani kasus tertentu yang menonjol.
Jumlah anggota polisi Korea saat ini 96.324 orang dan jika ditambah dengan pangkat auxillary police 147.651 anggota. Untuk polisi dibagi kepangkatan berjumlah sebagai berikut : Police man : 30.030 orang, Senior Policeman : 29.266 orang, Assistent Inspectur : 20.071 orang, Inspectur : 11.530 orang, Senior Inspectur : 3.412 orang, Superintendent : 1.497 orang, Senior Superintendent : 453 orang, Superintendent General : 35 orang, Chief Superintendent General : 4 orang, Comisioner General : 1 orang. Dari jumlah polisi tersebut maka police ratio adalah 1:509, dari perbandingan ini disadari oleh KNPA belum mencapai standart PBB yaitu 1:400.
Organisasi KNPA terdiri dari 1 KNPA, 7 Metropolitan dan 9 Provincial Police Agency, 224 Police Station, 777 Patrol Center dan 737 Police Box.
Polisi memiliki 112 Police Call Center sebagai tempat penampungan laporan masyarakat. Laporan diterima melalui berbagai cara seperti telepon, SMS, fax dan internet kemudian masuk ke 112 police call center untuk kemudian ditindak lanjuti dengan kedatangan anggota polisi sebagai penegakan hukum berupa patroli mobil, motor, crime squards dan SWAT. Jumlah 112 police call center seluruh Korea yang besar 152 tempat dan sub call center 91 tempat serta ditangani oleh tehnisi yang bukan polisi dan polisinya hanya berjumlah 1.327 orang untuk seluruh Korea. 112 Police Call Center ini diseluruh Korea dihubungkan dengan CCTV yang berjumlah sepuluh ribuan CCTV dari kurang lebih 2 juta CCTV yang terpasang di Korea. Pembiayaan pemasangan dan operasional CCTV ini dibebankan atau dilakukan oleh pemerintah daerah distrik atau kabupaten dan kota, polisi dalam hal ini hanya menggunakannya saja.

CRIME PREVENTION (Pencegahan Kejahatan).

Kejahatan yang terjadi saat ini di Korea pertahun sekitar 1,836,496 kejadian dengan dominasi kejahatan pembunuhan 1,111 (yang ditangkap 1,069), pencurian dengan pemberatan 4,439 (yang ditangkap 3,728), pemerkosaan sebanyak 8,726 (yang ditangkap 7,796), pencurian biasa 21,458 (yang tertangkap 10,779) dan kejahatan lainnya 295,560 (yang tertangkap 270,840).
Dalam pencegahan kejahatan di Korea patroli polisi adalah sebagai tulang punggung (backbone) dengan selalu mempertanyakan apakah patroli efektif untuk mencegah kejahatan. Jenis-jenis patroli yang dilakukan adalah patroli jalan kaki dan patroli mobil dengan satu orang anggota dan dua orang anggota patroli. Patroli dilakukan dengan cara random dan terarah pada suatu tujuan tertentu.
Petugas patroli saat ini diletakkan pada unit patroli khusus dan pos polisi pada area unit patroli. Secara umum unit patroli ini ditampilkan pada daerah-daerah yang dianggap rawan, dengan system 3 shift atau 4 shift. Jumlah anggota patroli dalam suatu pos polisi untuk populasi penduduk antara 5,000 s/d 20,000 adalah antara 10 s/d 20 anggota, sedangkan untuk penduduk antara 20,000 s/d 80,000 jumlah anggota patroli antara 20 s/d 50 anggota.
Patroli jalan kaki dilakukan untuk memberbanyak berhubungan atau kontak dengan masyarakat sekitar yang dengan cara ini akan membantu membangun kepercayaan masyarakat pada polisi.
System patroli ini dipelajari juga oleh Polisi Korea tentang cara-cara patroli di Kansas city, patroli jalan kaki New York dan patroli tradisional yang sudah dilakukan selama ini.
Patroli mobil saat ini juga menggunakan komputer, GPS dan navigasi yang terintegrasi dengan 112 Crime Call System.
Sesuatu yang penting dalam penampilan 112 crime call system ini adalah :
Jumlah laporan yang diterima melalui panggilan 112 sekitar 6,000,000 setiap tahunnya seluruh Korea. Dengan kecepatan merespon laporan 5 menit sebanyak 80 % dan 10 menit 95 %. Adanya hubungan yang lurus antara kecepatan mendatangi TKP dengan tertangkapnya tersangka.
112 call service ini memberikan pelayanan pada masyarakat lebih cepat, fairness dan kindness, masyarakat tidak menduga bahwa polisi begitu cepat mendatangi laporan mereka.
Perlakuan respon terhadap setiap laporan tentu dilakukan seperti panggilan yang tidak serius dapat didatangi oleh team patroli, tetapi panggilan yang serius akan ditangani dengan respon yang lebih cepat.
Penggunaan CCTV center yang terintegrasi dengan panggilan 112 baik untuk memonitor kejahatan maupun untuk kepentingan informasi dan manajemen lalu lintas. Seperti telah diinformasikan sebelumnya bahwa CCTV yang terpasang di Korea dan terintegrasi dengan kepolisian dalam 112 crime call system sekitar 10,000 CCTV dari 2,000,000 CCTV yang ada di Korea. Pembangunan jaringan CCTV dan ruang monitor ini dilakukan oleh pemerintah lokal setiap distrik yang ada di Korea. Jadi dalam hal ini Polisi hanyalah menggunakan untuk kepentingan pencegahan kejahatan dan menajemen lalu lintas.
Sebagai sebuah contoh di Sepoul Metropolitan Police Agency, System 112 Call Center dibangun sejak tahun 2003 dan penggunaannya tahun 2004 dengan menggunakan tehnologi IT. Tujuan penggunaan tehnologi ini adalah untuk memberikan pelayanan yang cepat atas pelaporan masyarakat.
Atas pertanyaan peserta, diinfokan bahwa pembangunan system ini membutuhkan dana untuk seluruh Kota Seoul kurang lebih 4,600,000,000 won atau Rp. 46 M dengan pemliharaan setiap tahun sebesar 200,000,000 won atau Rp. 2 M dengan bantuan dari pemerintahan lokal, polisi dalam hal ini sekali lagi hanya menggunakannya saja.
Penggunaan system ini pada awalnya menurunkan angka kriminalitas sebesar 30 % dan setelah itu angka kejahatan stabil dan laporan masyarakat semakin meningkat sebagai ujud akan kepercayaan masyarakat pada kepolisian.
KNPA juga melakukan kebijakan perpolisian masyarakat yang mereka adopsi dari A.S dengan dasar teori Fixing Broken Window. Pengeterapan Comunity Policing ini disamping sebagai strategi juga sebagai filofi seperti yang dilakukan di Indonesia.
Permasalahan yang dihadapi dalam penerapan perpolisian masyarakat ini adalah sekedar retorika belaka atau sekedar penggambaran system perpolisian tradisional. Permasalahan lainnya adalah beberapa departement mengadopsi perpolisian masyarakat ini begitu saja sehingga tanpa perencanaan yang berhati-hati. Di Korea ada bentuk kepedulian masyarakat dalam berpatroli malam hari dengan seragam yang mirip dengan polisi. Mereka ini disebut sebagai orang sipil berpatroli malam hari atau Civilian Night Watch yang jumlahnya sekitar 37,440 seluruh Korea. Di Indonesia relatif sama dengan patroli kamling atau juga Satpam yang bersifat suka rela dan biasanya dibiayai oleh masyarakat sendiri atau pengusaha setempat yang peduli pada pengamanan.
Di Korea juga ada kelompok yang bernama Citizen Police Academy, yaitu masyarakat yang pernah dilatih di lembaga pendidikan polisi atau police academy. Kemudian warga negara ini membentuk suatu organisasi dan berhubungan dengan kepolisian setempat. Kepolisian juga sering melakukan pertemuan-pertemuan dengan group atau komunitas masyarakat tertentu di wilayah kepolisian tersebut.
Pihak swasta di Korea juga diberikan kewenangan untuk mengelola pengamanan, jumlahnya di Korea cukup banyak dan ijin kegiatan pengamanan dikeluarkan oleh kepolisian lokal. Kegiatan pengamanan swasta ini seperti misalnya di komplek-komplek industri, pabrik mobil, dan bandara internasional Incheon dan beberapa area terbuka tertentu.
Pengamanan yang dijalankan oleh swasta karena disadari oleh Polisi bahwa jumlah mereka relatif masih sedikit dibanding dengan kejadian yang harus ditangani. Dengan demikian polisi membutuhkan pengamanan khusus untuk kegiatan tertentu.
Beberapa jenis pengamanan swasta ini adalah : pengamanan sebuah system, pengamanan khusus kegiatan tertentu, jasa pengawalan, guard security atau pengamanan melekat pada orang-orang tertentu dan pengamanan fasilitas tertentu.
Tiap-tiap pengamanan swasta memiliki tempat pelatihan sendiri dengan materi pelajaran diatur oleh masing-masing sebagai salah satu bentuk persaingan dari tiap-tiap perusahaan pengamanan swasta tersebut. Para tamatan dari pelatihan penagamanan swasta ini akan mendapat sertifikat kemampuan.
Pengamanan swasta ini contohnya adalah lingkungan sekolahan, setiap kawasan industri, air port, jasa pengawalan uang dan lain-lain. Beberapa contoh perusahaan pengamanan swasta seperti SECOM, TELECAP dan CAP.

CYBERCRIME INVESTIGATION.

Di Korea tidak memiliki departemen yang mengurusi masalah komunikasi dan informasi. Banyak negara mempertanyakan hal ini dan sekarang sudah menjadi pemikiran pemerintah. Persoalan-persoalan komunikasi dan informasi ditangani oleh Korea Internet Security Agency (KISA), sebagai lembaga yang independent walaupun biaya operasionalnya ditanggung oleh pemerintah.
Masyarakat yang mengalami masalah-masalah seperti kerugian akibat transaksi elektronik melalui internet misalnya, atau website mereka kena serangan virus dan bentuk-bentuk lain yang merugikan dapat secara langsung melaporkan kepada KISA. Kemudian KISA akan menindak lanjuti untuk menelusurinya dan memprotek sebagai upaya pengamanan. Sedangkan penegakan hukum dilakukan oleh Polisi melalui cybercrime mereka. Dalam hal ini KISA dan cybercrime bekerja sama.
Menurut dosen bahwa hasil penelitian ITU tahun 2005, Korea memimpin dalam hal penggunaan IT, yaitu 24.9 dari 100 orang. Sedangkan Hong Kong 21.3, Belanda 19.8 dan USA baru 12.8. Keadaan ini karena pemerintah Korea memberikan vasilitas atau akses yang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menggunakan internet baik untuk kepentingan bisnis, sekolah, rumah, pemerintah, broaband dan wireless penetrasi.
Kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh penyalah gunaan internet pada tahun 2005 sebesar $ 447.4 M dan tahun 2006 sebesar $ 14.7 M. Demikian juga nilai yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki dan memprotek personal data masyarakat sebesar $ 47, sedangkan secara nasional rata-rata sebesar $ 1.38. Demikian juga adanya semacam kekhawatiran dari u-sociaty terhadap informasi dibidang keuangan, informasi lokasi seseorang dan pembuntutan melalui jaringan CCTV yang digalakkan oleh pemerintah saat ini.
Ada tujuh hal yang dianggap bertentangan dengan pandangan umum atau sebagai sebuah dosa, yaitu :
1. Sphere and shield, yaitu illegal spam mails advertisement mobile messege.
2. Tempation, berupa spyware dan adware.
3. Cyber terror berupa pengrusakan homepage.
4. Digital fraud berupa phising dan pharming.
5. Pelanggaran privacy seseorang seperti pencurian social security number, kebocoran informasi dari seseorang atau informasi tentang pelanggan.
6. Pencurian ID atau pemalsuan dan perubahan dokumen kependudukan.
7. Hilangnya kepercayaan sebagai akibat dari hacking dari intenet perbankan.

Sejarah pemakaian komputer dijelaskan bahwa pada tahun 1946 komputer baru pertama kali digunakan. Pada tahun 1972 pertama kali internet dihubungkan, tahun 1992 lahirlah world wide web (www), tahun 1998 baru hadir hight speed internet yang disebut xDSL, tahun 2000 dimulainya keberadaan mobile internet life, tahun 2002 adanya keberadaan confergence cultur, tahun 2206 hadirnya 3G mobile telecom tech dan sekarang era ubiquitons.
Pengguna internet saat ini di dunia setidaknya sudah 1.463.632.361. Kemudian model pengamanan yang dilakukan oleh cyber cop dalam hal ini KNPA adalah melalui ID, kerahasiaan, penggelapan, phishing, instusion, DdoS, mal-code, business, youth protect, cyber violence dan defamation.
Pembelajaran tentang “Aplication of Digital Forensics Techniques” yang diberikan oleh Research Engineer Joseph Kim.
Kata forensic dari bahasa latin foren yang esensi artinya adalah perdebatan. Dalam terminologi modern saat ini artinya adalah membawa suatu ilmu pengetahuan dari barang bukti kedalam sidang pengadilan atau sesuatu yang khusus diajukan dalam sidang pengadilan.
Digital forensic adalah sebuah pemilah-milahan dan analisis dari suatu data yang diambil dari media tempat penyimpanan data digital dengan cara-cara yang benar dan informasi yang dihasilkan dapat digunakan sebagai alat bukti di pengadilan berdasarkan hukum.
Digital forensic dapat juga diartikan sebagai sebuah cara atau tehnik untuk mendapatkan kembali, menimbulkan kembali dan dipilah-pilah, diteliti dan diuji dari barang bukti digital untuk kemudian diterjemahkan dengan menggunakan peralatan tertentu.
Yang menjadi perhatian dari digital forensic adalah :
1. PC/ laptop forensics, yaitu file, email, internet activity.
2. Device forensic, yaitu cell phone, PDA, MP3 Player (iPod!).
3. Network forensic, yaitu internet traffic, local atau wireless traffic dan firewall.
Ada lima langkah dasar dalam digital forensic ini, yaitu :
1. Persiapan yang melingkupi masalah kemampuan petugas dengan pelatihan dan pembelajaran bagi investigator.
2. Pengumpulan barang bukti yang valid dibutuhkan untuk dibawa ke pengadilan.
3. Pemilihan dari bukti-bukti yang ada untuk kemudian diuji dan diuji.
4. Analisis sesuai dengan barang bukti yang dibutuhkan.
5. Pelaporan yang ditujukan untuk siapa, bentuk surat atau paparan.
Perlakuan terhadap barang bukti digital forensic haruslah dijaga dengan cara :
1. Peralatan untuk menyimpan haruslah disegel dengan baik.
2. Barang bukti komputer harus dijaga dengan peralatan yang dapat melindunginya dari kerusakan dan juga harus disegel.
3. Amankan peralatan pada tempat yang terkunci.
4. Letakkan segala peralatan pada lokasi yang memang diperuntukkan untuk komputer.
Dalam memulai langkah menangani sebuah data untuk kepentingan digital forensic ini, maka sesuatu yang pertama dilihat adalah :
1. File system artifact, yaitu file permissions, time stamps, deleted file, hidden log file.
2. Lihat aplikasi logs, yaitu syslog, app log, web, ftp, peer-to-peer, mail, database, dan lain-lain.
3. Back door accounts yaitu new administrator accts, esclated privilages.
4. Deviations from trusted baseline, yaitu MD5 hashes dan file signature analysis.
5. Operating system logs (event logs).
6. Keywords in yaitu slack space, logical file space, compound docs.
Pada dasarnya dalam sebuah barang bukti digital forensic data yang ada disebut sebagai “iceberg”, dimana data yang dapat diungkapkan dengan cara-cara yang alami sangat kecil, tetapi yang tersimpan jauh lebih besar, jadi seperti gunung es. Pengungkapan data yang lebih besar tersebut tentu membutuhkan cara-cara khusus karena data tersebut telah dihapus, diberi nama baru, disembunyikan, dan disimpan ditempat yang susah.
Beberapa data yang dapat diungkapkan dengan cara-cara khusus tersebut antara lain :
1. Corerespondence seperti surat elektronik, instant message yang biasanya langsung dihapus.
2. Graphic file tentang pornografi anak, scanned untuk mendapatkan sesuatu data yang pernah dilakukan.
3. Audio files seperti voicemail, recorded messages.
4. Financial data yaitu excel spreadsheets, access database.
5. Vidio files seperti home vidio, web cam dan internet vidio.
Pembelajaran dengan cara mempraktekkan secara langsung tentang salah satu aplikasi untuk menelusuri data yang disembunyikan atau sudah dihapus atau dihilangkan dengan program EnCase Program. Pada pelatihan ini memberikan pengalaman bagaimana caranya menimbulkan data-data dari sebuah file dengan menggunakan program EnCase secara alami. Dari proses ini dapat ditimbulkan sebanyak-banyaknya data yang ada. Kemudian dengan cara-cara yang lebih khusus juga dapat ditimbulkan kembali data-data yang sudah pernah dihapus maupun data yang diganti namanya serta kegiatan apa saja yang pernah dilakukan dengan data tersebut. Seperti misalnya pernah mengkopi suatu data tertentu atau pernah mencetak data sesuatu sungguhpun kegiatan tersebut tidak tampak jika ditelusuri dengan cara yang biasa.
Perusahaan yang mempresentasikan system pencegahan kejahatan dibidang cyber crime ini adalah perusahaan NHN atau Net Human Network, yaitu perusahaan dibidang mesin pencari yang bernama NAVER, sejenis dengan google. Website mereka adalah http://www.naver.com yang kemudian berkembang pada http://jr.naver.com yaitu website untuk anak-anak, kemudian berkembang pada website mainan atau game http://www.hangame.com dan juga untuk hiburan dengan website http://happybean.naver.com.
Difinisi cyber crime adalah dibawah kejahatan komputer atau kejahatan yang aktifitasnya berkaitan dengan informasi, tehnologi dan infra struktur termasuk melakukan akses yang illegal, penyadapan yang illegal melalui tehnik yang tidak umum, tranmisi data komputer dari dan ke komputer system. Atau menurut NETAN kejahatan cyber secara umum adalah kejahatan yang menggunakan cyber space sebagai cara untuk melakukan kejahatan tersebut, seperti misalnya penipuan melalui internet, mendistribusikan online pornografi anak-anak dan lain-lain.
Dalam NHN ada system pengamanan yang ditangani oleh organisasi internal yaitu CISO sebagai upaya melindungi jaringan maupun pengguna dari website NHN dari berbagai kejahatan cyber. Organisasi ini tentu bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada.
Dalam bekerja melakukan kerja sama dengan pihak luar yaitu dengan National Cyber Security Center (NCSC) yaitu suatu lembaga dibawah National Inteligence Service (NIS) semacam BIN di Indonesia. Bekerja sama dengan Supreme Presecutur Office (semacam Kejaksaan Agung di Indonesia) khusus dengan divisi investigasi agency. Bekerja dengan Cyber Terror Respone Center (CTRC) atau NETAN dibawah Korean National Police Agency. Bekerja sama dengan Korea Communications Commission (KCC) yaitu lembaga dibidang pembuat regulasi dibidang informasi dan komunikasi. Bekerja juga dengan Korean Internet and Security Agency (KISA) yang berada dibawah KCC.
Langkah-langkah pencegahan yang dilakukan oleh CISO ini adalah setiap ada proyek baru atau produk baru yang akan diluncurkan, kemudian tentu ada tahap-tahap perencanaan, designing dan pemberian kode dan seterusnya samapi pada peluncuran produk. Pada tahap-tahap tersebut dilakukan pengecekan apakah produk tersebut sudah memenuhi syarat dari kepentingan pengamanan. Disamping itu setelah program diluncurkan maka dilakukan kampanye sebagai upaya pengamanan seperti dengan perubahan password atau securing private dan lain-lain.
Negara-negara yang banyak mengalami gangguan dari kejahatan dunia maya ini adalah AS, China, Brasil, Rusia dan Canada.
Para pelaku yang profesional dalam melakukan kejahatan dunia maya dimotivasi oleh bayaran dari pekerjaan mereka.
Para pelaku tradisional mafia biasanya dimotivasi oleh melakukan sebuah pekerjaan, melakukan komunikasi yang tertutup dengan alasan berjudi, mengambil keuntungan dari perkembangan tehnologi untuk kesenangan karena bisa membuka sesuatu yang dirahasiakan dan mereka diperdaya oleh para hacker yang profesional
Jenis atau distribusi tehnik kejahatan maya ini antara lain seperti misalnya mengirim email atau lampiran sebuah email, pengguna terperdaya untuk membuka lampiran, adanya gambar atau vidio yang berupa skandal, sepertinya update sebuah pengamanan atau adanya rangsangan sehingga pengguna akan membukanya.

KESIMPULAN.

Dari pembelajaran yang diberikan dapat disimpulkan bahwa kebijakan Republik Korea dalam hal ini Korean National Police Agency dalam menciptakan keamanan dan ketertiban lebih menekankan pada upaya pencegahan atau crime prevention. Kegiatan pencegahan kejahatan ini dilakukan tampak dari struktur organisasi yang cukup besar pada pemberdayaan Patrol Center yang berada dibawah Police Station yang tugas utamanya adalah patroli. Demikian juga dengan pemberdayaan struktur organisasi Police Box yang tugas utamanya adalah patroli di wilayahnya masing-masing dan jika ada kejahatan mereka hanya menangani secara awal dan selanjutnya diserahkan kepada unit investigation yang ada di Police Station.
Penekanan kebijakan pencegahan kejahatan yang lain adalah adanya penggunaan 112 Crime Call System atau 112 Call Center yang terintegrasi dengan pemasangan CCTV diseluruh pelosok kota. 112 Crime Call Syatem ini berada hampir disetiap Police Station dan terhubung dengan kurang lebih 10,000 (sepuluh ribu) CCTV dari sekitar 2,000,000 (dua juta) CCTV yang terpasang di Korea. Pemasangan CCTV ini dibiayai oleh pemerintah lokal di tiap-tiap district, kepolisian hanya memamfaatkan saja untuk kepentingan kecepatan mendatangi gangguan kamtibmas serta manajemen informasi lalu lintas. System CCTV Center ini juga digunakan untuk Traffic Information Center dalam pengendalian lalu lintas di kota-kota besar di Korea Selatan.
Perpolisian masyarakat atau community policing juga dilaksanakan oleh kepolisian Korea sebagai sebuah filosofi dan strategi perpolisian. Kegiatan ini dilakukan dengan kegiatan patroli berjalan kaki dan berhubungan dengan masyarakat dalam wilayah patroli mereka. Adanya kegiatan patroli malam hari oleh masyarakat disekitar wilayah mereka masing-masing yang disebut civilian night watch, yang jumlah mereka saat ini sekitar 37,440 orang untuk Korea. Polisi Korea juga melakukan kerja sama dengan masyarakat seperti adanya forum Citizen Police Academy untuk membahas masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat dan dipecahkan secara bersama.
Kegiatan lain yang mencerminkan adanya upaya pencegahan kejahatan ini adalah pemerintah Korea mengizinkan adanya private security atau kelompok perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengamanan. Jasa pengamanan swasta ini misalnya pengamanan dibidang system, pengamanan khusus untuk orang-orang khusus, jasa pengawalan, jasa penjagaan dan pengamanan fasilitas tertentu. Ijin jasa pengamanan swasta ini diberikan oleh kepolisian lokal.
Walaupun kegiatan pencegahan kejahatan sangat dikedepankan, tetapi juga proses investigasi jika ada kejahatan dilakukan dengan menggunakan atau pemamfaatan perkembangan tehnologi dan ilmu pengetahuan. Kegiatan ini tampak dari adanya struktur Scientiffic Investigation Division yang berada sampai Police Station untuk melakukan langkah-langkah crime scientiffic investigation.
Semoga pembelajaran singkat tersebut dapat bermamfaat.

sumber: www.polri.go.id oleh Kombespol Zulkarnaen

Satu Tanggapan to “BELAJAR SEJENAK PENCEGAHAN KEJAHATAN DARI DAN DI KOREA”

  1. makanya saya selama 6 tahun di korea amkin betah,krasan setelah gagal seleksi bintara polri tahun 2000/2002 kenapa demikian karena korea negara aman,damai,indah,DISILPIN semoga saja Indonesiaku bisa meniru negara Korea selatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: